Monday, November 9, 2015

Jangan abaikan signal-signal kecil

Pernah mendengar orang berkata, "Saya dari awal sudah merasakan kalau dia tidak baik". Atau mendengar, "Tuh kan.... hati gw emang udah gak sreg dari awal, ujungnya begitu.....". Atau "Dari sikapnya itu sudah terlihat, dan hati juga gak ngasih, tapi kenapa gw terusin ya?". Atau mungkin itu adalah salah satu bagian dari kata-kata yang pernah Anda lontarkan. Tertarik membahas ini saat saya berbicara dengan salah satu teman saya tentang berbagai kasus dalam kehidupanya dan bahkan saya belajar dari kehidupan saya juga, bahwa sebenarnya apa yang akan terjadi dalam hidup kita itu sejak awal sudah dikasih tahu dengan insting kita. Ya.... insting, signal, tanda atau petunjuk kecil yang sebenarnya dimiliki oleh setiap orang. Karena memang kelebihan kita dari Allah adalah memiliki keistimewaan dengan naluri kita yang tajam dan pemikiran yang cerdas.
Belum lama ini teman saya meminta pendapat, bagaimana menghadapai pasangannya yang memang sedikit temeramen alias pemarah. Saya tanya, "marahnya biasanya karena apa?". dia jawab "karena hal-hal kecil". Lalu saya tanya lagi, " hal-hal kecilnya seperti apa?", ini penting bertanya lebih mendalam karena untuk menganalisa ciri-ciri orang itu bisa dari hal-hal yang paling kecil, ternyata hal-hal kecil itu seperti, "kalau terlambat balas message marah dan curiga macam-macam, ujungnya marah, kalau jemput nunggu lima menit sepanjang perjalanan ngomel, sementara kalau dia main sama temannya, tidak ada kabar pada saat ditanya malah balik marah".   Katanya memang tidak main tangan, tapi kata-katanya sangat kasar. Saya tanya, "äpakah kamu nyaman dengan kondisi itu?". dia bilang "TIDAK".  Lalu saya kasih saran dengan santai, "TINGGALKAN". 
Lain lagi dengan teman yang lain, ada yang bilang, "kok tiap gw jalan sama pacar, gw yang bayar makan ya?", ada lagi, "gw bingung kok cowok gw selalu ada aja alasan untuk menunda menikah". Saya selalu memberi saran, "TINGGALKAN", cari laki-laki yang bertanggung jawab mau membiayai hidup kita, cari laki-laki yang mau menikahi kita. Kenapa? Belajar dari pengalaman bahwa laki-laki yang serius itu akan mengejar kita dan mencari kita sekalipun ada diujung dunia. Salah satu teman saya bilang, bahwa saya selalu bijak kalau berpendapat, saya bilang, " bukan bijak, tapi karena saya pernah berada diposisi itu dan pernah membuang hidup saya menunggu sesuatu yang tidak pasti dan membuat saya menua, namun bagian dari hidup saya yang menjadi pelajaran buat saya sendiri dan mungkin untuk orang lain". 
Setelah saya pelajari, banyak membaca dan saya renungkan apa yang terjadi dalam hidup saya, memang benar bahwa kita sebenarnya sudah diberikan signal-signal kecil apakah perlu dilanjutkan atau tidak. Sebagian dalam hidup saya mungkin saya lulus, tapi ada bagian hidup juga yang menjadi ujian buat saya. Contoh saya lulus, tidak akan pernah pergi kencan lagi sama cowok kalau pas makan dia susah ngeluarin dompet, tidak akan pernah mau lagi nge-date ke dua kalinya sama cowok yang makan pizza yang harganya 75 ribu aja memakai kartu kredit, atau saya akan menolak pria untuk jalan lagi kalau pria itu tidak sopan sama orang tuanya sendiri, atau saya akan menolak kencan kedua kalau melihat cowok yang kukunya kotor, Konyol? Tapi menurut saya kalau cowok yang tidak memperhatikan hal kecil, bagaimana dia bisa memperhatikan yang besar. Itu prinsip saya.
Namun saya juga pernah merasa bahwa saya mendapat ujian hidup bertemu dengan orang yang salah, tidak hanya seorang yang PHP (pemberi harapan palsu), penghianat dan juga pembohong. Padahal dari awal saya sudah diberi signal, tapi saya tidak tahu apa yang membuat saya merasa buta dan harus terus mempertahankan hubungan yang sebenarnya saya tidak inginkan. Kadang saya merasa terkungkung dalam hubungan tersebut tapi saya merasa harus melanjutkan dan kesannya memaksakan hubungan itu. Bagaimana saya sudah sangat lengah dan bodoh dalam hidup saya, terus melanjutkan hubungan sementara cowok yang saya pacari itu sangat jauh dari semua kriteria yang saya inginkan, 1, beda keyakinan (yang paling prinsip) 2, beda usia dia lebih muda (meskipun saya pada akhirnya saya menikahi pria yang lebih muda juga) 3, merokok 4, maaf kalau kita kan cari pacar harus yang lebih baik dari yang sebelumnya, ini diantara mantan-mantan pacar saya tampang dia adalah yang paling biasa, bahkan keluarga saya berkomentar, "kok aneh kamu mau sama dia", karena mereka tahu siapa dan bagaimana mantan pacar yang sebelum-sebelumnya, atau pria-pria yang mendekati saya. Nah itu signal yang paling nyata. 
Signal yang lainnya adalah saya tidak pernah sekalipun mengenalkan dia dengan teman-teman saya meskipun saya menceritakannya saat mereka bertanya, tapi jujur saya merasa malu mengenalkan dia dengan teman karena saya tau dia tidak akan nyambung dengan teman saya. Lainnya lagi, saya sering menghindar untuk ketemu sama dia, seperti saya sering mematikan hp takut dia menelpon, saya sering mematikan lampu kamar yang terlihat dari jalan, biar terlihat saya tidak ada di rumah, saya beberapa kali bilang tidak mencintainya, tapi kenapa saya merasa harus bertahan dalam hubungan itu, sampai sekarang itu yang saya pertanyakan. Saya membencinya saat itu, bahkan sangat membenci dan takut kalau berjodoh dengan dia, bahkan saya berdoa pada Allah, "pertemukan dia dengan perempuan yang seiman dengannya, agar saya tidak menyakiti hatinya kalau saya tidak bisa bersamanya". 
Rupanya keragu-raguan saya memang benar, dan signal itu memang nyata, suatu hari keluarga saya bertanya pada dia, apakah dia serius atau tidak? Jawaban dia adalah belum siap dan belum yakin, dan bahkan dia juga tidak belajar keyakinan yang katanya dia mau belajar dengan janjinya mau mengikuti keyakinan saya, itu NOTHING. Sampai suatu hari dia menelpon, entah kenapa saya selalu menyayikan lagu Kotak, tahu lagu yang Pelan-Pelan Saja? Nah itu kan liriknya menyuruh untuk melupaka kita dan bla.bla... dan itu signal lagi, selang beberapa hari ada cewek menelpon saya dengan memakai nomor cowok itu dan cewek itu bilang kalau mereka sudah menikah. DANG...... nampar bukan buat saya? Sedih? bukan sedih tapi saya kecewa dengan pilihan hidup saya yang terjebak dalam sebuah hubungan yang sebenarnya tidak saya inginkan selama bertahun-tahun dan membuat saya menua. Tapi itu juga adalah doa saya yang dikabulkan Allah, "jangan pernah saya berjodoh dengan dia dan jangan pernah saya menyakiti hatinya, pertemukanlah dia dengan perempuan yang seiman dengannya".  Allah menyelamatkan saya dengan menghadirkan perempuan itu dalam hidupnya, meskipun dengan cara membohongi saya, menghianati saya, bahkan yang membuat saya miris adalah, ketika cowok itu sudah menikah masih menelpon saya dan tidak mengakui kalau dia sudah menikah, bisa Anda bayangkan, bagaimana saya tidak bersyukur dengan hidup saya diselamatkan dari seorang pria pembohong.
Makanya ketika ada teman, sahabat bertanya dan meminta pendapat, kalau ada yang mendekati atau tertarik dengan lawan jenis yang beda keyakinan (apapun keyakinan Anda), sebaiknya tinggalkan atau lupakan kalau tidak memiliki kejelasan dan bukti nyata. Jangan pernah berharap atau berandai-andai, oh mungkin nanti akan berubah baik, oh tahun depan mungkin dia akan menikahi saya, kalau melihat signalnya masih jauh menikahi Anda, lebih baik cari pengganti. Karena seperti yang Pak Mario Teguh sampaikan "Cinta itu sifatnya tergesa-gesa, kalau dia mencintia Anda dia akan mengajak Anda segera menjadi miliknya, untuk menikahi Anda. Tandanya lelaki itu menghormati Anda". Bahkan dari beberapa artikel yang saya temukan, ketika Anda berharap seseorang berubah perangainya dari galak menjadi baik, itu akan sulit karena memang sudah menjadi karakternya. Bukan tidak bisa berubah tapi perlu waktu, masalahnya seberapa lama Anda harus menyia-nyiakan hidup Anda dengan menunggu orang yang tidak berkwalitas? So..... Tinggalkan pacar kalau dalam hati kecil atau terbersit dalam pikiran Anda, tidak nyaman, merasa ada yang janggal, merasa ada yang salah, lebih baik TINGGALKAN. Percayalah naluri atau isnting Anda adalah yang paling tahu apa yang Anda butuhkan dan apa yang baik untuk Anda. Karena itu adalah signal atau rambu-rambu untuk Anda.
Semoga memberi inspirasi.

No comments:

Post a Comment